TANGERANG – Wajah pesisir Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, kini tak lagi sama. Langkah nyata kolaborasi lintas sektor dalam menyulap kawasan kumuh menjadi hunian asri bagi nelayan mendapat apresiasi tinggi dari Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Dalam kunjungan kerjanya pada Kamis (16/4), Menko AHY menyaksikan langsung hasil “bedah kawasan” di Desa Tanjung Anom dan Desa Ketapang. Didampingi Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, AHY menyebut proyek ini sebagai standar emas kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan pihak swasta.
Bukan Sekadar Atap dan Dinding
Bagi Menko AHY, pembangunan di Mauk bukan hanya soal mendirikan bangunan fisik, melainkan membangun ekosistem kehidupan.
- Desa Tanjung Anom: Sebanyak 110 unit rumah layak huni telah berdiri kokoh berkat sinergi Pemkab Tangerang dengan Habitat for Humanity dan koperasi lokal.
- Ketapang Aquaculture: Sekitar 127 rumah kini tertata rapi di lingkungan yang lebih sehat dan produktif.
“Kita ingin memastikan kawasan ini tidak hanya nyaman untuk ditinggali, tetapi juga produktif. Keluarga nelayan kini punya ruang untuk mengolah hasil laut menjadi produk bernilai tambah yang bisa meningkatkan ekonomi mereka,” ujar AHY dengan optimis.
Ekowisata dan Benteng Hijau Mangrove
Tak hanya soal hunian, penataan kawasan ini juga menyentuh aspek lingkungan yang strategis. Menko AHY meninjau langsung hutan mangrove di Desa Ketapang yang kini berfungsi ganda: sebagai mitigasi abrasi sekaligus potensi destinasi wisata berbasis lingkungan (ecotourism) dan olahraga (sport tourism).
Komitmen Tangerang: 1.000 Rumah Per Tahun
Menjawab tantangan penataan kawasan, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak akan berhenti di sini. Melalui program unggulan Gebrak Pakumis (Gerakan Bersama Rakyat Atasi Kawasan Padat, Kumuh dan Miskin), Kabupaten Tangerang mematok target ambisius.
- Target: Pembangunan 1.000 rumah layak huni setiap tahun.
- Infrastruktur Pendukung: Pembangunan tanggul penahan abrasi (breakwater), normalisasi sungai, dan fasilitas penunjang lainnya.
“Program 1.000 rumah ini akan terus berlanjut hingga seluruh masyarakat mendapatkan hunian yang layak. Ini adalah janji kami untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat,” tegas Maesyal Rasyid.
Model Pembangunan Berkelanjutan
Sinergi yang terbangun di Kecamatan Mauk ini diharapkan menjadi blueprint atau percontohan bagi wilayah pesisir lainnya di Indonesia. Dengan memadukan kualitas lingkungan, hunian layak, dan pertumbuhan ekonomi, pesisir Mauk membuktikan bahwa kawasan nelayan bisa bertransformasi dari kumuh menjadi maju.











Leave a Reply